Cara Setting Kamera DSLR untuk Merekam Video : kelasfotografi.com

 

Pendahuluan

Halo! Selamat datang di artikel jurnal kami yang membahas tentang cara setting kamera DSLR untuk merekam video. Dalam era digital saat ini, DSLR telah menjadi salah satu alat penting bagi para pembuat konten untuk membuat video berkualitas tinggi. Pada artikel ini, kami akan memberikan panduan langkah demi langkah untuk mengatur kamera DSLR Anda agar dapat merekam video yang indah dan profesional.

Tabel: Daftar Isi

Bagian Judul
1 Pendahuluan
2 Memahami Mode Manual
3 Mengatur Shutter Speed
4 Menyesuaikan Aperture
5 Menentukan ISO
6 Mengatur Fokus
7 Pengaturan Putih
8 Setting Audio
9 Stabilisasi Gambar
10 Pemilihan Lensa yang Tepat
11 Menentukan Komposisi
12 Panduan Pencahayaan
13 Memanfaatkan Efek Kamera
14 Menggunakan Mode Burst
15 Menyimpan dan Mengunggah Video
16 Perawatan Kamera
17 Mengedit Video
18 Tips dan Trik
19 Frequently Asked Questions (FAQ)
20 Kesimpulan

1. Memahami Mode Manual

Sebelum memulai merekam video dengan kamera DSLR, penting untuk memahami mode manual pada kamera tersebut. Mode manual memungkinkan Anda untuk mengatur pengaturan kamera secara manual, sehingga Anda memiliki kontrol penuh terhadap hasil video Anda. Dalam mode manual, Anda dapat mengatur shutter speed, aperture, ISO, fokus, dan pengaturan lainnya secara manual.

Untuk beralih ke mode manual, caranya sangatlah mudah. Biasanya, kamera DSLR memiliki dial atau switch yang dapat Anda putar atau pindahkan ke posisi “M” atau “Manual”. Setelah mengatur kamera ke mode manual, Anda siap untuk mulai mengatur pengaturan lainnya untuk merekam video yang diinginkan.

Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan Anda sudah memahami pengaturan dasar pada kamera DSLR Anda seperti tombol pengambilan gambar, tombol play, tombol zoom, dan tombol pengaturan menu. Setelah itu, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya dalam proses setting kamera untuk merekam video.

Selain mode manual, beberapa kamera DSLR juga memiliki mode semi-manual yang disebut Aperture Priority (A/Av) dan Shutter Priority (S/Tv). Mode ini memungkinkan Anda untuk mengatur satu aspek (aperture atau shutter speed) sementara kamera mengatur aspek lainnya secara otomatis. Mode ini bisa berguna ketika Anda ingin fokus pada pengaturan khusus, namun masih menginginkan kamera mengatur hal lain secara otomatis.

Secara umum, menggunakan mode manual memberi Anda kontrol penuh saat merekam video. Namun, ini tidak berarti mode manual adalah satu-satunya opsi yang ada. Anda dapat eksperimen dengan mode lainnya sesuai dengan kebutuhan dan gaya pribadi Anda.

2. Mengatur Shutter Speed

Shutter speed adalah salah satu faktor terpenting dalam merekam video dengan kamera DSLR. Shutter speed mengacu pada seberapa lama cahaya masuk ke dalam kamera saat merekam video. Semakin lama shutter speed yang Anda atur, semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera dan semakin terang video yang dihasilkan.

Pada dasarnya, ada dua jenis shutter speed yang umum digunakan dalam merekam video: slow motion dan normal. Slow motion memberikan efek gerakan lambat pada video, sementara normal merekam video pada kecepatan standar. Kecepatan shutter speed untuk slow motion biasanya berkisar antara 60fps hingga 120fps, sementara kecepatan standar (normal) berkisar antara 24fps hingga 30fps.

Untuk mengatur shutter speed pada kamera DSLR, Anda perlu masuk ke menu pengaturan dan temukan opsi shutter speed. Biasanya, tombol atau roda pada kamera memberikan akses cepat ke pengaturan shutter speed. Pada beberapa kamera, ada mode shutter speed terpisah yang disebut “S” atau “Tv” yang memungkinkan Anda mengatur shutter speed secara langsung.

Hal penting yang perlu diingat adalah, semakin rendah shutter speed yang Anda atur, semakin besar kemungkinan video yang dihasilkan terlihat buram jika Anda bergerak atau objek yang Anda rekam bergerak. Oleh karena itu, penting untuk memilih shutter speed yang tepat sesuai dengan situasi dan efek yang ingin Anda capai dalam video Anda.

Setiap situasi merekam akan membutuhkan pengaturan shutter speed yang berbeda. Misalnya, jika Anda merekam video di tempat yang terang, seperti di luar ruangan saat siang hari, Anda mungkin perlu mengatur shutter speed lebih cepat agar video tidak terlalu terang dan kehilangan detail. Di sisi lain, jika Anda merekam di tempat yang gelap, seperti dalam ruangan dengan cahaya rendah, Anda mungkin perlu mengatur shutter speed lebih lambat agar video tidak terlalu gelap.

3. Menyesuaikan Aperture

Aperture merupakan bagian penting dalam mengatur kamera DSLR untuk merekam video. Aperture mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke dalam lensa kamera. Semakin besar angka aperture (lebih kecil lubangnya), semakin sedikit cahaya yang masuk ke kamera. Sebaliknya, semakin kecil angka aperture (lebih besar lubangnya), semakin banyak cahaya yang masuk.

Aperture biasanya ditandai dengan angka f/ yang diikuti dengan angka lainnya seperti f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, dan seterusnya. Semakin kecil angka f/ yang Anda gunakan, semakin besar lubang aperture dan semakin banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera.

Anda dapat mengatur aperture pada kamera DSLR dengan mengubah pengaturan di menu atau menggunakan tombol khusus yang tersedia pada bodi kamera. Pada beberapa lensa, ada cincin kontrol aperture yang memungkinkan Anda mengubah aperture secara langsung.

Penting untuk diingat bahwa pengaturan aperture juga mempengaruhi kedalaman bidang (depth of field) dalam video Anda. Depth of field mengacu pada sejauh mana objek dalam video Anda tampak fokus. Aperture yang besar (angka kecil) akan memberikan depth of field yang dangkal, sehingga objek utama dalam video akan fokus sedangkan latar belakang akan terlihat blur atau kabur. Sebaliknya, aperture yang kecil (angka besar) akan memberikan depth of field yang dalam, sehingga objek utama dan latar belakang akan tetap terlihat fokus.

Pemilihan aperture yang tepat tergantung pada kebutuhan video Anda. Jika Anda ingin fokus pada satu objek dengan latar belakang yang kabur, pilih aperture kecil (angka besar). Jika Anda ingin memiliki depth of field yang lebih dalam sehingga banyak objek tetap terlihat fokus, pilih aperture besar (angka kecil). Eksperimen dengan aperture yang berbeda dan lihat efeknya pada video Anda.

4. Menentukan ISO

ISO adalah salah satu pengaturan penting dalam merekam video dengan kamera DSLR. ISO mengontrol sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO yang Anda atur, semakin sensitif sensor Anda terhadap cahaya, dan sebaliknya.

Pengaturan ISO bisa sangat bermanfaat ketika merekam video di tempat dengan pencahayaan rendah. Dengan meningkatkan ISO, Anda dapat mengkompensasi kurangnya cahaya dan menghasilkan video yang terang meskipun di tempat yang gelap.

Namun, pengaturan ISO yang tinggi juga dapat menghasilkan noise pada video. Noise adalah titik-titik kecil yang terlihat seperti butiran pasir yang muncul di video. Oleh karena itu, penting untuk memilih pengaturan ISO yang tepat sesuai dengan pencahayaan dan kebutuhan Anda.

Pada umumnya, rentang ISO yang umum digunakan dalam merekam video berkisar antara 100 hingga 3200. ISO 100 menghasilkan video dengan tingkat noise rendah, sedangkan ISO 3200 mungkin menghasilkan tingkat noise yang lebih tinggi. Namun, setiap kamera memiliki batasan ISO tertentu di mana tingkat noise menjadi sangat jelas.

Anda dapat mengatur ISO pada kamera DSLR melalui menu pengaturan. Biasanya, terdapat opsi ISO di mana Anda dapat memilih tingkat ISO yang diinginkan. Beberapa kamera juga memiliki tombol khusus yang memungkinkan Anda mengubah pengaturan ISO secara langsung.

Anda dapat mengatur ISO sesuai dengan kebutuhan video. Jika Anda merekam di tempat dengan banyak cahaya, seperti di luar ruangan pada siang hari, gunakan ISO rendah (misalnya 100 atau 200). Jika Anda merekam di tempat dengan cahaya rendah, seperti dalam ruangan, Anda mungkin perlu meningkatkan ISO untuk menghasilkan video yang terang.

5. Mengatur Fokus

Fokus yang tepat sangat penting saat merekam video dengan kamera DSLR. Jika video Anda tidak terfokus dengan baik, hasilnya dapat terlihat buram dan tidak profesional. Untuk mengatur fokus pada kamera DSLR, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Salah satu pilihan adalah menggunakan autofokus. Autofokus memungkinkan kamera untuk secara otomatis mengatur fokus pada objek yang terdeteksi dalam bingkai. Autofokus bekerja dengan mendeteksi kontras di antara objek yang ingin Anda fokuskan dengan latar belakang. Meskipun praktis, penggunaan autofokus dapat terkadang tidak akurat atau lambat, terutama saat merekam objek yang bergerak cepat.

Alternatif lain adalah menggunakan manual focus. Dalam manual focus, Anda secara manual mengatur fokus pada objek yang ingin Anda fokuskan. Biasanya, Anda bisa menggunakan cincin fokus pada lensa kamera untuk mengatur fokus. Manual focus membutuhkan sedikit latihan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, namun memberikan kontrol penuh terhadap ketajaman fokus.

Adapun teknik fokus manual yang dapat Anda gunakan adalah zooming in, focus peaking, atau menggunakan bantuan alat seperti follow focus. Zooming in memungkinkan Anda mendapatkan gambar yang lebih dekat dan jelas dari objek yang ingin Anda fokuskan. Focus peaking adalah fitur yang tersedia pada beberapa kamera DSLR yang menandai area yang paling tajam atau terfokus dalam bingkai. Follow focus adalah alat yang memudahkan Anda mengatur fokus secara manual dengan presisi lebih tinggi.

Eksperimen dengan kedua metode fokus ini dan lihat mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika merekam objek yang tidak bergerak, seperti dalam video presentasi atau konten statis lainnya, penggunaan manual focus mungkin lebih disarankan untuk mendapatkan hasil yang tajam dan jelas. Namun, jika merekam objek yang bergerak, seperti video dokumenter atau vlog, autofokus dapat membantu Anda mempertahankan fokus pada objek yang bergerak.

6. Pengaturan Putih

Pengaturan putih (white balance) adalah hal penting lainnya dalam merekam video dengan kamera DSLR. Pengaturan putih mengontrol warna dalam video Anda dan memastikan bahwa warna tampak akurat dan seimbang terlepas dari sifat pencahayaan di sekitar Anda.

Pencahayaan yang berbeda dapat memberikan warna yang berbeda pada video. Misalnya, pencahayaan tungsten (lampu pijar) cenderung memberikan nada kuning pada video, sedangkan pencahayaan neon atau fluorescent cenderung memberikan nada hijau atau biru. Pengaturan putih membantu mengoreksi perbedaan warna ini sehingga objek dan lingkungan di video Anda tetap terlihat alami.

Banyak kamera DSLR menyediakan opsi pengaturan putih seperti otomatis (auto), matahari (sunlight), awan (cloudy), tungsten, fluorescent, dan lainnya. Jika Anda menggunakan mode auto, kamera akan mencoba menyesuaikan pengaturan putih secara otomatis berdasarkan pencahayaan yang dideteksi. Namun, mode auto tidak selalu akurat, terutama jika Anda merekam dalam situasi pencahayaan yang kompleks seperti di dalam ruangan dengan campuran pencahayaan alami dan buatan.

Untuk mengatur putih secara manual, masuk ke menu pengaturan dan temukan opsi yang berkaitan dengan putih balance. Pilih pengaturan yang sesuai dengan pencah

Sumber :